Informasi Terkini Setiap Hari

Senin, 02 November 2020

Ngeri Penipuan Online Berkedok Unggah Gambar Selfie serta KTP, Kenali Cirinya

Era now buat akun- akun keuangan lumayan dari genggaman tangan. Melalui online saja, beres. Asal terdapat ketentuan gambar selfie( swafoto) dengan KTP, proses pengajuanmu bakal diproses.


Contohnya buat account dompet digital, buka rekening tabungan online, paylater, apply kartu kredit online, hingga buka rekening saham online, perlu gambar selfie sembari memegang KTP.


Ya, inilah tren baru layanan daring. Warga tidak butuh lagi repot tiba langsung ke kantor fintech misalnya buat mengajukan pinjaman. Tinggal online dari laptop ataupun smartphone.


Berikutnya masuk ke web ataupun aplikasi buat pengajuan, simak langkah- langkahnya tercantum ambil gambar diri beserta KTP, beres. Pihak fintech nantinya hendak menghubungimu buat verifikasi. Bila disetujui, dana bakal ditransfer ke rekening.


Kendati gampang, namun kalian wajib senantiasa hati- hati. Gambar selfie dengan KTP kalian jadi incaran penjahat. Sangat kerap pelakon memakai metode phishing.


Phishing merupakan modus kejahatan buat melaksanakan penipuan dengan mengelabui korban. Tujuannya mencuri informasi berarti, semacam bukti diri diri, password, kode PIN, kode OTP( one time password) pada akun- akun keuangan, semacam mobile banking, internet banking, paylater, dompet digital, sampai kartu kredit.


Jika telah bisa informasi berartinya, account dijebol, uang dikuras hingga ludes. Biasanya aksi kehatan ini dilancarkan lewat email ataupun media sosial lain, semacam mengirimi link palsu, membuat web bodong, serta sebagainya.


Jangan hingga jadi korban. Kenali modus penipuan buat memperoleh gambar selfie dengan KTP kalian, berikut metode menghindarinya, semacam dilansir dari halaman formal Kaspersky:


Verifikasi Bukti diri Dirimu


Modus kejahatan phishing yang dapat dikenali merupakan email masuk dari bank, media sosial, industri penyedia aplikasi dompet digital, ataupun yang lain. Berisikan data kenaikan keamanan, iming- iming hadiah, ataupun yang lain.


Terdapat link ataupun tautan yang wajib kalian buka. Sehabis itu, kalian hendak digiring ke web palsu rancangan pelakon ataupun ke taman suatu formulir. Intinya memohon kalian memasukkan informasi kredensial, kode PIN, kode CVV pada kartu kredit, nama bunda kandung alamat, no telepon, serta data yang lain.


Tidak ketinggalan memohon kalian mengunggah gambar selfie dengan KTP ataupun dokumen lain( NPWP, SIM) yang nampak jelas. Jika telah perinci semacam itu, hendaknya kalian berpikir ulang mengirimkannya.


Bila email tersebut tiba dari pihak bank formal, petugas bank tidak hendak sempat memohon kode PIN dari nasabah. Apabila terdapat yang memohon, berarti telah jelas, itu penipuan.


Gambar Selfie KTP Kalian Bakal Dijual


Gambar selfie bersama KTP merupakan salah satu informasi rahasia dikala pendaftaran layanan online. Hingga dari itu, penipu hendak memakai seluruh metode buat mendapatkannya demi duit.


Jika kalian mengirim gambar selfie ke penipu, mereka hendak membuat account atas namamu. Misalnya di bursa mata duit kripto, akunmu dipakai buat pencucian duit. Dampaknya, kalian yang kena getahnya. Ikut serta permasalahan hukum.


Tidak hanya itu, informasi gambar selfie serta KTP kalian dijual penipu di pasar hitam dengan harga sangat mahal. Setelah itu datamu hendak dipakai semau hati pembeli.


Identitas Penipuan Online Modus Unggah Selfie serta KTP


Sepandai- pandainya tupai melompat, tentu bakal jatuh pula. Demikian juga dengan penjahat phishing. Semirip apapun web ataupun link palsu terbuat, tentu terdapat saja yang cacat.


Kalian bisa mengidentifikasi identitas penipuan online bermodus gambar selfie serta KTP, berikut ini:


1. Kesalahan ketik


Dalam email ataupun formulir informasi palsu yang terbuat penipu tidak terbuat dengan bahasa ataupun kalimat yang baik. Terdapat kesalahan tata bahasa serta dapat pula kesalahan pengetikkan.


2. Alamat pengirim mencurigakan


Tiap mengirim email, perhatikan alamat pengirim. Tentu terdapat yang janggal. Bila email tersebut tiba dari pihak bank formal misalnya, umumnya hendak memakai email kantor, bukan individu.


3. Nama domain tidak cocok


Walaupun alamat pengirim nampak legal, web yang menunjukkan formulir palsu mungkin besar berlokasi di domain tidak terpaut ataupun mencurigakan.


4. Tenggat waktu yang sangat ketat


Pelakon phishing acapkali menuliskan email yang berisi batasan waktu yang kilat suatu link palsu buat diakses. Maksudnya sehabis melalui dari batasan waktu, link hendak kadaluwarsa.


Contohnya link hendak kadaluwarsa dalam waktu 24 jam. Semacam menekan calon korban buat lekas mengakses, memasukkan informasi diri, serta unggah gambar selfie. Bila tidak, misalnya keamanan akunmu bakal bermasalah ataupun alibi yang lain yang sementara itu seluruh itu tidak hendak terjalin.


Sesungguhnya kalian butuh ketahui, industri yang baik tidak bisa jadi memburu nasabah ataupun penggunanya dalam waktu kilat.


5. Memohon data yang telah kalian berikan


Berpikirlah seribu kali jika kalian telah membagikan data yang dimohon pada dikala pendaftaran( alamat email, no telepon), kemudian mereka memohon lagi data yang sama.


6. Tidak memiliki opsi lain


Umumnya di formulir phishing yang terbuat penipu, kalian tidak memiliki opsi lain tidak hanya mengunggah gambar selfie dengan KTP.


7. Tidak terdapat data terpaut di web resmi


Jika kalian betul- betul wajib mengonfirmasi ataupun verifikasi identitasmu, umumnya itu tidak harus. Bukan suatu keharusan. Data tentang konfirmasi bukti diri pula tentu ada di web formal industri. Sedangkan jika penipuan, nyatanya data itu tidak tertera alias bohong.


Hingga yakinkan jika memperoleh email mencurigakan, jangan langsung klik link palsu tersebut. Cek lagi dengan mendatangi web resminya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar