Informasi Terkini Setiap Hari

Senin, 02 November 2020

Was- was 6 Modus Penipuan Memohon Informasi Transaksi Melalui Pembayaran Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan salah satu perlengkapan pembayaran yang sangat terkenal serta kerap digunakan warga. Instan, gampang, banyak promo serta cashback membuat keuangan dapat jadi lebih hemat sepanjang bijak memakainya.


Terlebih dikala mau belanja dalam jumlah besar tetapi uangnya masih kurang, ataupun lagi kepepet pendapatan telah habis, kartu kredit dapat jadi penyelamat buat senantiasa dapat belanja kebutuhan hidup serta style hidup.


Tidak dipungkiri terdapatnya bermacam- macam benefit tersebut membuat banyak pengguna kartu kredit menjadikannya bagaikan perlengkapan pembayaran utama. Tetapi, dibalik bermacam- macam khasiat transaksi cashless, pengguna kartu kredit kerap jadi incaran penipuan online.


Tidak sedikit permasalahan penipuan kartu kredit terjalin. Modusnya bermacam- macam, semacam modus memohon informasi transaksi serta kabar pembayaran kartu kredit.


Bahaya apabila informasi transaksi serta kabar pembayaran kartu kredit bocor


Perihal berarti yang wajib Kamu tahu merupakan apabila penipu/ peretas sudah memperoleh kabar kartu kredit berbentuk informasi transaksi serta pembayaran terakhir kartu kredit, hingga data- data tersebut dapat digunakan oleh peretas bagaikan perlengkapan validasi kepemilikan account bank maupun fintech, sehingga hacker dapat bebas takeover account kartu kredit Kamu.


Alasannya, apabila kita terdapat urusan seputar perbankan, nyatanya Kamu hendak bertanya dengan metode menghubungi call center bank formal, kemudian mereka hendak bertanya kepada Kamu persoalan seputar no kartu kredit sampai kapan transaksi pembayaran terakhir dicoba guna memverifikasi informasi Kamu.


Jadi saat ini Kamu wajib waspada, jika misalnya terdapat telepon yang mengatasnamakan bank/ fintech menghubungi Kamu duluan serta memohon data- data individu( tercantum informasi transaksi terbaru) itu merupakan penipuan.


Oleh karena itu, kita butuh mempunyai pengetahuan yang lumayan tentang modus penipuan ataupun cara- cara melindungi data- data individu yang sifatnya rahasia. Data- data individu tersebut semacam gambar selfie KTP, NPWP, no kartu kredit, no CVV( card verification value), kode OTP( one time password), nama bunda kandung, dll.


Kemudian, apa yang wajib dicoba supaya kita bebas dari rayuan maut penipu online kartu kredit?


1. Tidak Membagikan Data Transaksi Terakhir Kartu Kredit


Jangan gampang yakin kala dihubungi oleh penelpon tidak diketahui kemudian mengaku dari pihak bank, fintech, provider telepon seluler, OJK( Otoritas Jasa Keuangan) maupun Bank Indonesia.


Biasanya modus via telepon ini kerap dicoba. Penipu hendak menanyakan transaksi terakhir kartu kredit Kamu seolah- olah mereka merupakan dari pihak formal. Mereka hendak berkata membutuhkan informasi Kamu buat keperluan pembaharuan/ pembaruan sistem supaya kartu kredit tidak terblokir.


Tidak hanya itu jebakan yang lain merupakan iming- iming hadiah ataupun suasana darurat palsu semacam pembayaran kandas serta sebagainya. Jelas, perihal ini ialah penipuan phishing dengan metode social engineering via telepon.


Panduan: Jangan melayani percakapan ini, langsung saja tutup teleponnya, blokir no tersebut bila dibutuhkan.


Terdapat banyak korban tidak mengenali perihal ini, serta mereka yakin saja dengan apa yang dikatakan penipu. Kesimpulannya, secara tidak siuman membagikan data data- data individu mereka semacam no kartu kredit, CVV serta OTP.


2. Jangan Membagikan Data Pembayaran Terakhir


Membagikan data pembayaran terakhir kartu kredit hendak membuat pelakon dapat melacak data kartu kredit Kamu. Umumnya pelakon hendak menanyakan pembayaran terakhir secara perinci semacam buat membeli ataupun membayar apa, dimana, hari apa, bertepatan pada berapa, jumlah berapa hingga jam berapa.


Dengan data sedetail ini peluang pelakon juga terus menjadi besar buat mengenali data yang lain dari kartu kredit Kamu, semacam no kartu kredit apalagi hingga pin kartu kredit. Ataupun dapat saja data ini digunakan lagi buat penipuan dengan metode yang lain buat menelpon Kamu dengan no yang berbeda.


3. Jaga Data Kartu Kredit


Data kartu kredit yang wajib dilindungi dengan baik merupakan no kartu kredit yang berjumlah 16 digit pada bagian depan kartu kredit, CVV ialah 3 angka terakhir yang terdapat pada balik kartu kredit, kode OTP( one time password) serta bertepatan pada kadaluarsa/ expired kartu kredit( terdapat di dasar no kartu kredit pada bagian depan kartu kredit).


Bila data ini dikenal pihak yang tidak bertanggung jawab hendak sangat bahaya. Kartu kredit Kamu dapat dikuras habis limitnya oleh penipu online serta Kamu wajib menanggung beban membayar cicilannya.


Pahami kabar dasar semacam 9 digit terakhir dari kartu kredit Kamu merupakan angka spesial yang digunakan pihak bank buat mengenali owner kartu.


Sebaliknya CVV merupakan kode keamanan rahasia yang gunanya pula bagaikan no otorisasi manual buat kartu biar dapat melaksanakan transaksi. Jangan sempat pula bagikan PIN kartu kredit kepada siapapun tercantum orang terdekat, supaya tidak sembarangan digunakan. Kode OTP pula wajib disembunyikan sebab kode OTP dapat berkaitan dengan internet ataupun mobile banking Kamu.


Tidak hanya itu, kerahasian nama bunda kandung pula sangat berarti. Nama bunda kandung digunakan bagaikan metode buat bank mengenali nasabahnya serta umumnya ditanyakan buat kebutuhan memblokir kartu kredit ataupun debit yang lenyap.


4. Waspada Terhadap Penipuan yang Mengatasnamakan Bank maupun Cermati


Pihak bank tidak hendak menanyakan no kartu kredit, CVV, OTP, transaksi serta pembayaran terakhir kartu kredit. Karena, pasti saja pihak bank telah mempunyai informasi tersebut serta catatan secara lengkap menimpa seluruh transaksi yang dicoba tiap nasabahnya.


Was- was modus penipuan dari oknum yang telah memperoleh informasi diri Kamu di black market, jadi penipu ini dapat jadi sudah mempunyai informasi individu korban( misalnya, email, nama lengkap, no KTP/ NPWP).


Jadi sang penipu ini hendak mengatakan data- data tersebut, seolah- olah penipu ini memanglah dari pihak formal( bank/ OJK/ BI/ Cermati. com ataupun industri yang lain) sebab terdapat data- data data korban.


Tahu kalau Cermati. com tidak sempat menanyakan data yang sifatnya rahasia semacam CVV, OTP, PIN serta lain sebagainya kepada siapapun. Jadi bila Kamu seketika menerima telepon dari orang yang mengaku dari Cermati. com kemudian memohon data tersebut dengan iming- iming rewards ataupun cashback, itu merupakan penipuan.


Panduan:


Langsung tutup telepon dari penipu. Jangan sempat memberikan informasi serta data kartu kredit yang sifatnya rahasia. Jangan gampang tergiur pula dengan rayuan gombal penipu semacam hadiah ratusan juta ataupun ditakut- takuti kartu kredit hendak terblokir bila tidak membagikan data- data yang dimohon. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar